19 Feb 2011

Ada Kisah dibalik Foto Terbaik



Pernah lihat foto ini?


atau foto ini?

Ayam diatas pohon



Bagaimana dengan yang ini?

 Mari mengutuk kegelapan sambil menyalakan lilin

Ada yang tahu kisah dibalik foto-foto tersebut?

Foto 1

Mungkin selama ini banyak yang bertanya-tanya kenapa sang fotografer tidak membantu si anak kecil dalam foto itu.

Cerita dibalik obyek gambar maupun orang yg mengambil photo ini, ternyata sungguh tragis. Di foto tersebut mengisahkan seorang anak korban konflik di Sudan sekitar tahun 1993, sedang merangkak menuju ke tempat penampungan pengungsi milik PBB, yang berjarak 1 km. Sang anak diikuti oleh burung pemakan bangkai di belakangnya menunggu sang anak mati untuk memangsa bangkainya.

Cerita tragisnya adalah tidak ada seorang pun tahu nasib anak di photo tersebut, termasuk photografer yang mengambil photo tersebut, yang segera pergi setelah photo itu diambil, mengingat di daerah tersebut terdapat konflik bersenjata yang membahayakan jiwa sang photografer tersebut.

3 bulan setelah photo tersebut sang photografer tersebut akhirnya diketahui, setelah dia melakukan interview, dan photo tersebut akhirnya diterbitkan di koran The New York Times pada tangal 26 Maret 1993. Sang photografer tersebut adalah Kevin Carter.


Kevin Carter adalah photografer senior yang berasal dari Johanesburg, Afrika Selatan. Dia mengaku terpaksa meninggalkan anak tersebut, dikarenakan saat itu dia telah mendapatkan larangan untuk menyentuh para pengungsi tersebut, dikarenakan mereka dikhawatirkan membawa penyakit berbahaya.

Pada tgl 2 April 1994 akhirnya Kevin Carter memperoleh penghargaan tertinggi, Pulitzer untuk Feature Photograpy untuk karyanya ini. Segera setelah dia memperoleh penghargaan ini, dia mendapatkan banyak kecaman, dikarenakan dia tidak berusaha membantu anak ini.

Seminggu setelah dia mendapatkan penghargaan itu, dia akhirnya bunuh diri, dikarenakan rasa bersalah yang teramat dalam, yang menghinggapinya.

Bagian dari catatan bunuh diri Carter mencatat :
"I am depressed ... without phone ... money for rent ... money for child support ... money for debts ... money!!! ... I am haunted by the vivid memories of killings and corpses and anger and pain ... of starving or wounded children, of trigger-happy madmen, often police, of killer executioners...I have gone to join Ken [recently deceased colleague Ken Oosterbroek] if I am that lucky."

Foto 2

Foto ini adalah pemenang lomba foto internasional dari Museum Anne Frank, Belanda. Diabadikan oleh gadis pemulung asal Bali bernama Ni Wayan Mertayani (16) atau biasa dipanggil Sepi.


http://www.indonesiaberprestasi.web.id/wp-content/uploads/2011/02/niwayan.jpg

Kehidupan Sepi begitu memilukan. Kehilangan ayah dan rumah tinggal, Sepi bersama ibu dan adiknya pindah ke sebuah gubuk di tepi Pantai Amed, Kabupaten Karangasem, Bali bagian timur. Di gubuk itu, Sepi menjalani hidup sebagai penjual makanan dan sesekali memulung barang bekas setelah pulang sekolah untuk dapat membantu ekonomi keluarga, terlebih ibunya dalam kondisi sakit-sakitan.

Hingga suatu ketika, ia bertemu dengan turis asal Belanda bernama Dolly yang meminjami kamera untuk belajar memotret. Hasil "jepretan" Sepi kemudian didaftarkan oleh Dolly pada lomba foto internasional yang diadakan Yayasan Anne Frank di Belanda, dengan tema "Apa Harapan Terbesarmu". Tak disangka, foto Sepi yang berobjek ayam yang sedang bertengger di pohon singkong karet berhasil menjadi pemenang dan mengalahkan 200 peserta lain dari berbagai negara.

Objek foto Sepi berupa ayam, merupakan representasi diri Sepi. Bila hujan ia kehujanan begitu juga kala panas menyengat karena kondisi gubuk yang ditempatinya begitu memprihatinkan. Namun, Sepi tak pernah berhenti berupaya agar roda hidupnya bergulir menjadi lebih baik. Kisah Sepi ini bahkan dibukukan dalam "Potret Terindah dari Bali".

Foto 3

Foto hasil jepretan saya saja saat "mati lampu" beberapa malam yang lalu, tak ada yang menarik. Berharap saja ada yang "tertarik" dan mendaftarkan foto saya dalam sebuah lomba, ataupun paling tidak PLN meningkatkan kinerjanya dan tidak membuat mati lampu lagi.
hahahaha... ngarepp...


sumber:  wikipedia    houseofmiracle
kompas

gambar:
http://www.indonesiaberprestasi.web.id/wp-content/uploads/2011/02/niwayan.jpg
http://28.media.tumblr.com/tumblr_lgnvcgqS1v1qgrtqio1_500.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...